CERITA DI TEMPAT KURSUS

December 3, 2007

Hari itu hujan rintik-rintik di awal tahun 2001, aku bersama temanku berniat mendaftarkan diri di sebuah tempat bimbingan belajar yang katanya paling berkualitas di kota kami untuk persiapan UMPTN 2001. Sesampainya di sana aku dan temanku disambut seseorang di tangga.Dia berkata, “Mo mendaftar
yah Dek..? Kalo mau mendaftar di atas.”Dia kelihatan agak dewasa dari yang lainnya yang ada di sana. Belakangan aku tahu dia tentor kelas IPA yang juga mengajarku di kelas, sangat kebetulan yah.Tidak cakep sih kakak itu, namun rayuannya membuatku sangat tersanjung. Dan wibawa serta senyumannya
sangat membuatku terkesima, apalagi saat ia menjelaskan terlihat sekali kecerdasannya terpancar. Aku semakin kagum melihatnya. Dari hari ke hari kami semakin akrab. Aku pun biasa diantarnya pulang, kami pun sering ngobrol bersama tentang masalah kami karena kami juga sudah saling terbuka bahkan
menyangkut cerita pribadi kami. Kami juga seringbercanda. Ia pun sesekali menyentuhku, sehingga aku merasakan sesuatu yang lain dalam sentuhannya yang begitu lembut dan mesranya.Sampai pada suatu hari dia mengajakku nonton dan aku pun menerima ajakan itu. Kami pun pergi sekitar jam 7 malam
ke twenty one. Saat film tengah diputar, ia tidak henti-hentinya melihatku. Aku pura-pura serius nonton, tapi aku sebenarnya juga melihatnya. Kemudian ia mulai berani memegang tanganku, aku pun membiarkannya dan ia pun berkata, “Kakak sayang kamu.”Serr.., rasanya aku tersambar petir asmara
dan tidak kuasa menolaknya, apalagi ketika ia mulai berani menyandarkan kepalanya di bahuku dan meletakkan tangannya di pahaku. Aku semakin tidak kuasa menepisnya.Kemudian ia pun memandangku sejenak dan langsung menyambar bibirku, aku pun menyambutnya dengan mesra. Lidah kami saling bertautan
dan aroma nafas kami saling memburu mereguk nikmatnya air liur kami yang saling kami tukarkan. Kebetulan di sederetan kursi kami duduk tidak ada orang, jadi tidak ada yang melihat aktivitas kami ini. Baru sekali ini saya melakukan hal seperti ini di bioskop, bahkan sama pacar saya yang jauh  lebih cakep dari kakak tentor saya ini saya tidak pernah melakukannya. Itulah sebabnya saya sangat menikmatinya.Kakak saya yang satu ini pun semakin berani mengelus-elus paha mulusku yang kuning langsat itu,dan dia berkata, “Paha kamu mulus yah.., Kakak jadi tambah sayang sama kamu.”Kebetulan
rok yang kupakai saat itu memang mendukung, sebuah rok biru pendek selulut namun ada belahannya yang menyebabkan tangan kakakku ini mudah menyusup masuk mencari kehangatan cinta di antara dua pahaku.Namun karena malu aku pun menahan tangannya, dan berkata, “Jangan Kak.”Ia pun tidak
memperhatikan kata-kataku, dan tangannya terus memaksa masuk.Sekarang celana dalamku bagian paha dalam sudah ia raih. Sedikit lagi ia tarik, maka ia akan mendapatkan kemaluanku yang sudah basah ini.Ia berkata, “De.., nggak pa-pa kok, enak deh, masa nggak percaya sih sama Kakak. Ya Yang… ya..!”
Aku pun tetap bertahan untuk tidak memberikan apa yang ia mau, namun tenaganya lebih kuat dari padaku, sehinggga slep.., jarinya menyentuh klitorisku. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, apalagi ketika ia mulai memainkan tangannya di lubangku bagian luar, mengelus-elus buluku yang tipis
dan menggesek-gesekkan klitorisku yang sudah basah dengan cairanku. Sungguh sensasi yang luar biasa yang sudah lama tidak kurasakan. Memang sih pacarku yang dulu (sebelum dengan yang sekarang) agak nakal dan suka minta jatah, tapi yang sekarang orangnya sangat baik, alim, nggak kurang ajar.
Tapi aku gampang dekat sama laki-laki, jadi pacarku yah pacarku, temenku yah temenku, kadang malah lebih dekat dari pacarku, seperti kakak tentorku sayang yang sedang asyik memainkan klitorisku ini.Tidak sadar aku pun mengeluarkan suara-suara yang erotis sambil menjambak rambutnya, “Ahh…
ahh… Kakak.., Kakaak.., enak. Kakak nakall..!”Kepalanya yang tanpa sadar juga sudah sudah menempel di kedua payudaraku. Film pun habis, lampu kembali menjadi terang. Ia pun memandangiku dengan mesranya.”Pulang yuk..!” katanya sambil menggandeng tanganku.Sambil berjalan turun, aku pun
membetulkan rokku yang sudah diacak-acak olehnya tadi.”Maafin kelakuan Kakak yah tadi.” ia pun memecahkan kebisuan di antara kami berdua.”Nggak pa-pa, tapi jangan diulangi lagi yah Kak.. aku takut.” jawabku.Ia langsung merangkul pinggulku dan mencium pipiku, sungguh sangat mesranya.
Kami pun pulang dengan menggunakan jasa taxi.”Turun dulu Kak..!” kataku saat taxi sudah sampai di depan rumahku.Ia pun menyanggupi dengan langsung membayar taxi dan ikut turun bersamaku. Sungguh lelaki yang bertanggung jawab dalam hatiku. Aku pun mengambil kunci di bawah pot, di situ  biasa kami menyimpan kunci kalau tidak ada orang di rumah. Maklumlah, ibuku sering pergi ke rumah kakakku yang paling tua, sehingga aku biasanya hanya tinggal di rumah bersama saudara-saudaraku. Bapak dan ibu sudah cerai sejak aku SD.Aku langsung mempersilakannya masuk ke rumah mungilku.
“Duduk Kak.., mo minum apa..?””Nggak usah repot-repot deh, ehh iya orangtuamu nggak ada..?””Nggak ada Kak, lagi pergi kayaknya.””Oohh..”Begitu percakapan kami setelah kami masuk. Aku pun langsung masuk kamar untuk mengganti baju.”Tunggu sebentar yah Kak.” kataku, namun ia langsung mengikutiku
ke dalam kamar dan menggendongku ke atas ranjang, lalu mengunci pintu kamarku.”Kak, Kakak mau apa..?” tanyaku lugu.”Lanjutin yang tadi yah..?” ucapnya.”Jangan Kak, aku takut..!” kataku lagi tapi dia langsung memelukku dan meciumku dengan liarnya.Aku yang juga sudah terangsang menyambutnya
dengan ciumanku yang bernafsu.”Achh.., ack.., ack..!” bunyi mulut kami yang saling terpaut mesra.Ia pun melepaskan semua bajunya dan bugil di depanku. Kemaluannya yang menggelantung di depanku sangat besar, baru kali ini aku melihat yang sebesar ini. Kemaluan pacar-pacarku tidak ada yang
sebesar dan sehitam ini, sungguh membuatku ingin merasakannya. Walaupun aku suka petting samapacarku, namun aku masih tetap menjaga perawanku sampai saat ini. Aku tidak kuasa menolak ketika ia melepaskan seluruh bajuku, sehingga aku polos tanpa sehelai benang pun yangmenempel pada tubuhku.
Di kamarku sendiri, di atas ranjangku sendiri, dimana ibuku biasa tidur bersamaku, sekarang akusedang memegangi batang kemaluan tentorku yang amat panjang dan keras yang ia sodorkan ke mulutku. Walaupun sempat menolak karena agak jijik, namun akhirnya aku mau juga dan malah keenakan menghisap
miliknya seperti lolypop yang dulu sering diberikan mama waktu aku kecil.Kakak tentorku pun mengerang keenakan, “Ahh.., aah.., ahhh.., enak Sayang.. terus..!”Terdengar juga saat itu, “Ckkc.. ckkk..!” bunyi hisapan mulutku di batang kemaluannya.Dalam posisi aku tidur dan ia mengangkang
di atasku sambil kedua tangannya meraih payudaraku dan meremas-remasnya, aku pun keenakan dibuatnya. Ia kini melepaskan penisnya dan menghisap kedua payudaraku secara bergantian dengan liarnya sambil tangannya memainkan klitorisku dan sesekali menusuk masuk ke lubangku yang sudah amat becek.  Aku pun merasa sangat nikmat dibuatnya.”Aaah.., ahh.., uhh.., uuhh Kaa.. Kkaakaa..kkk tyus Kak eenaakk.., ah.. aahh uhh yeah..!” begitulah teriakanku sambil meracau tidak karuan karena menahan nikmat yang luar biasa. Ia pun menjilati tubuhku, turun dan turun hingga sampai kepada lubang
kemaluanku yang ia garapmesra.Aku pun melenguh keenakan, “Aahh.., aahhh… Kakkk.., aku mo keluar..!”Ia seakan tidak menggubrisku, jilatannya pindah ke arah paling sensitif. Klitorisku dimain-mainkan dengan lidahnya. Aku hanya bisa merem melek dibuatnya, karena sensasi yang luar biasa atas
permainan lidahnya di bagian tubuhku yang sensitif.”Kakkk.., Kakkk.., aku keluarrh. Ahh.., aahh..!” aku pun mengeluarkan cairanku, namun ia tidak berhenti menghisap vaginaku sampai semuanya dibuat bersih.”Oohh.., Kakkk.., enakk.. Kakk..!” aku seakan tidak perduli lagi apa yang kuucapkan.
Ia pun mencoba menusukku dengan senjatanya yang sudah menegang dari tadi. Sungguh seorang kakak yang perlu diteladani, ia mau memuaskanku dulu baru memikirkan nasib ‘adek’-nya.Aku pun dengan senang hati melebarkan kakiku untuknya, seakan aku pasrah memberikan diriku untuknya. Ia pun
berusaha memasukkan batang penisnya ke arah vaginaku, namun agak sulit karena memang aku masih perawan. Aku pun merasa sakit, namun karena ia juga meremas payudaraku dan menghisap bibirku, rasa sakit itu sedikit terobati. Sampai akhirnya, “Bless..! Pertahananku berhasil ditembusnya.
Aku pun berteriak, “Ahh.., saa.. saakiitt Kaakkk..!”Ia pun membelai rambutku, dan berkata, “Tahann ya uhh..!”Ia pun nampak keasyikkan menikmati jepitanku, “Uhh.., Dekk.., kamu hebat..!”Kami pun terus berciuman sementara tangannya memainkan puting susuku yang semakin mengeras.
“Ahh.., aahh.. aahh..” betul-betul nikmat dan asyik, “Aahhh.., ohh.., uuhh..!”Ia pun menghisap bibirku dengan lembut.Tidak lama kemudian, “Ahh.., aahh.., ohh.., yeaahh.. yeaah.. Kak.. aku mo keluarr. Oohh aku sudah tidak tahan lagi..!” dan, “Serrr…” keluarlah cairanku.  Aku pun merasakan kenikmatan yang teramat sangat di sekujur tubuhku seiring keluarnya cairan di liang kenikmatanku beserta darah segar yang sejak tadi keluar dan membasahi sepreiku. Namun aku tidak menangis dan menyesalinya, bahkan seketika itu juga dia mengeluarkan batang
kemaluannya dari lubang kemaluanku dan menyemprotkan spermanya ke seluruh wajahku, dan mulutku. Aku pun membersihkan sisa-sisanya dengan menelan sperma yang ia semprotkan dengan menghisap batang kemaluannya sampai bersih.Kemudian kami pun menatap mesra, berpelukan dan tertidur bersama.
Masalah besok yah besok lah diatur. Terima kasih bimbingannya yah Kakak. I love You.

GELANGANG SAMUDRA

December 3, 2007

GELANGANG SAMUDRA

Hari jum’at sore rencananya pacarku kembali kerumah orang tuanya di bandung. Siang itu aku hubungi Ahung ditempatnya, dan mengajak dia untuk berenang di Ancol. Tadinya aku hanya bercanda, eh ternyata Ahung menanggapi dengan serius
dan rencana pergi berenang hari Sabtu setelah pulang kantor.Sabtu pagi langsung kutanyakan… “Kamu sudah siap?””OK.. sudah bilang sama mama, dia bilangnya pergi ke bandung kerumah kawannya yang bernama Yani.””Siipp”, pikirku.
Setelah jam kantor (12.15) kami pergi makan dulu baru kemudian kuarahkan kendaraanku ke Ancol.Selama dalam perjalanan kami bicara-bicara Ahung menanyakan Amanda, aku bilang dia pergi ke bandung kemarin sore.Sesampainya disana
matahari masih terik-teriknya bersinar menyinari bumi dan menembus kulit, tapi tidak merubah niat kami untuk berenang. Kubayar karcis dan kusewa kamar bilas untuk keluarga.Sampai didalam kukunci pintunya dan mulai kuserobot
bibirnya yang masih merah karena lipstiknya, kulumati terus serta kumainkan lidahku.. “aaaahhhhh… dan lidahnya juga sudah mulai bermain dalam mulutku… jadi kami saling memainkan lidah…tanganku mulai merayap kebuah dadanya
yang masih terbungkus bajunya… kuremas agak pelan… matanya mulai terpejam… “Aaaaccchhhhh… ooohhh… hhhmmmmm…”.. kulepas kancing baju mulai dari atas sampai bawah… kulihat badannya yang mulus… aaahhhh… kuremas lagi
teteknya dari balik behanya yang tipis… “Oooohhhh… hhhhmmmm… gung..”.. kukenyot putingnya ” ooohhh… hhhmmmm….kusedot agak keatas… kucupang… ooohhhhh… aaaahhhh… hhhmmmm… naik lagi keleher.. kujilati lehernya..
ooohhh gung… sambil tangannya menjambak rambutku…Kontolku yang mulai dari masuk kamar sudah tegang.. mulai digesek-gesek.. aaahhh.. hung.. kubuka behanya yang berwarna hitamdan kulumat lagi putingnya… hhhmmm… lalu kuturunkan
rok mininya dan tinggallah celana dalam berwarna hitam dan mulai kugesek-gesek memeknya… ooohhh… hhhmmmm.. kemasukan tanganku kebalik celana dalamnya mulai dari jembutnya yang tipis.. turun lagi dan memeknya sudah basah.. ssssshhhhh… sambil menggigit bibir bawahnya sedangkan mulutku masih menyedot putingnya yang mulai mengeras…kumasukan jari tengahku dengan perlahan.. sssshhh.. ooohhh… terasa lembab dalam memeknya.. kudorong lagi lebih dalam.. makin dalam…
ssssshhhh.. gung… ayo dong…Aku lepaskan kaosku lalu celana panjang dan celana dalam begitu juga dia melepaskan celana dalamnya yang hitam.. kurebahkan pada bangku yang terbuat dari keramik … kuangkat kedua pahanya dan kulihat
memeknya yang merekah… setelah me-lap memeknya yang basah dengan handuk.. kubenamkan kepalaku.. dan lidahku mulai menjulur kedalam lobang memeknya dan sekali-sekali menyentuh itilnya.. oooohhhh… gunggg… seedddaappp… ssssshhhhh…
hhhhhmmmm.. aku tidak menghiraukan rintihannya.. terus kulakukan mulai naik turun menyentuh itilnya.. dan lidahku masuk kedalam memeknya yang mulai terbuka…ooohhhhh…Kira-kira sepuluh menit kutandaskan permainan lidahku dalam
memeknya.. kok udah gung… kuangkat kepalanya dan kusodorkan kepala kontolku kebibirnya… dan dia mulai mencaplok kepala kontolku… ooogggghhhhh… terus hung… mulai kontolku dihisapdan dikeluarkan dari mulutnya… tapi baru
dua menit kucabut… “Kok dicabut emangnya udah enak ???”Kuangkat lagi kedua pahanya dan kuarahkan kepala kontolku kebibir memeknya dan “bblllleeessss…” matanya terpejam sssshhhhh… hanya itu yang terdengar dari mulutnya.. kuayunkan
terus pantatku.. ooohhhh… ssssshhh… aaahhhh… gung.. aku hampir lupa bahwa dia gampang sekali terangsang kalau teteknya mainkan.. lalu kubenamkan mulutku pada teteknya terus kujilati putingnya yang tegang.. sambil pantatku terus
menggoyang.. dan pantatnya juga ikut bergoyang… gung.. sssshhhhh.. hhhhmmmmm… aaaggghhh… sampai akhirnya otot memeknya menegang dan kakinya menjepit pinggangku..”Aaaaaaaahhhhhhhh… ggunngg…. aku keluar… sssshhhhh…” terus
kuayunkan kontolku dalam memeknya… terasa denyutan memeknya dan matanya masih terpejam sementara aku masih terus memainkan kontolku didalam memeknya ssssshhhh… aaahhhh… lima belas menit berlalu dan aaaaahhhhhh… hungg…
crrrraaattt… cccrrraaattt… ccrraattt… tumpahlah seluruh pejuku didalam memeknya sambil kutekan pantatku agar kepala kontolku menyentuh dasar memeknya… kuciumi dia dan dia hanya tersenyum…Istirahat sejenak lalau Ahung berdiri
dan tetesan pejuku yang masih berada dalam memeknya keluar membasahi lantai ruang ganti pakaian… dan menuju shower… Ahung membersihkan badannya lalu memakai pakaian renangnya yang seksi… Begitu aku melihat Ahung memakai pakaian
renang aku jadi terangsang lagi… dan kuserobot begitu dia membuka pintu shower, dia bilang… “Gung… nanti saja, ntar nggak jadi berenang.” aku bilang OK… lalu kuambil celana renangku… dan kamipun keluar menuju kolam renang
sebelumnya menitipkan kunci pada sang penjaga….Sore menunjukan jam lima dan pengunjung disini makin banyak… aku mengajak Ahung untuk pulang… dia setuju.. di kamar ganti aku ciumi lagi dia… Capek ah… katanya… Kami bilas
bersama saling berciuman dan meremas… setelah itu memakai pakaian kami masing-masing dan menuju pulang..Dia memutuskan untuk makan bakso dahulu di bakso Afung jayakarta..OK… setelah makan kami bersama menuju apartemenku dan
di apartemenku kami bercinta terus sampai jam tiga pagi… jadi total kami bercinta hari itu adalah enam kali… Ahung gadis keturunan yang tadinya tidak mengerti sama sekali apa itu artinya kenikmatan seks.. tetapi sekarang sudah
mulai ketagihan dan mengerti arti kenikmatan tersebut… Ahung mulai pintar memainkan mulutnya dan lidahnya dalam hal melumat kontol.. tidak seperti pertama sakit kena gigi terus…Minggu siang aku dihubungi bahwa Amanda akan datang dan minta jemput jam lima… jadi jam tiga aku antar Ahung kerumahnya di tebet… lalu aku menuju gambir.

DI PESTA PERNIKAHAN

December 3, 2007

Aku mempunyai pengalaman seks dan ingin kubagikan kepada para pembaca. Kisah ini terjadi beberapa waktu yang lalu, dimana aku sudah mempunyai seorang suami yang sampai sekarang masih tetap hidup rukun. Pengalaman seksku ini bukan pengalaman
yang terjadi di antara aku dan suamiku, melainkan karena keadaan dimana aku terangsang oleh kehadiran seorang pria yang membuatku terpaksa untuk melakukannya. Dimulai dengan kejadian undangan pesta pernikahan kawanku.”Kringggg… kringggg…”
dering telpon rumahku berbunyi.”Hallo…” sapaku, rupanya teman SMA-ku sebut saja Lina yang menelepon.”Kamu pasti datang kan Len?” tanya Lina.”Tentu saja aku datang, undangannya sudah kuterima kemarin sore kok.” jawabku.Setelah berbincang
sejenak maka telpon kututup. Maklumlah aku adalah seorang wanita karier, jadi karena jadwalku yang padat sering kali aku banyak tidak menghadiri acara-acara pernikahan teman-temanku yang lain. Namun kali ini yang menikah adalah Lina sahabat
baikku, jadi mau tidak mau aku harus menyempatkan diri untuk menghadirinya.Pagi ini setelah bertemu dengan client, handphone-ku berbunyi lagi. Rupanya Lina lagi yang menelpon memastikan aku untuk datang besok ke pernikahannya, sekalian juga
mengundang untuk acara widodaren malam ini. Namun aku lupa telah berjanji untuk menemani suamiku bertemu dengan client-nya untuk acara dinner malam ini. Jadi aku meminta maaf kepada Lina dan aku berjanji kalau besok pada hari H-nya aku akan
datang ke pernikahannya.Malamnya, aku menemani suamiku untuk dinner dengan client-nya di salah satu hotel berbintang lima di kotaku. Kami memesan tempat terlebih dahulu dan memberitahukan kepada pelayan jika nanti ada yang mencari suamiku
harap diantarkan ke tempat kami. Memang hampir semua pelayan disana telah banyak mengenal kami. Karena memang tidak jarang suamiku mengajak client-nya untuk Dinner di sana, tentunya untuk berurusan bisnis.Kira kira 15 menit kemudian,
datang seorang Lelaki yang umurnya rasanya tidak berbeda jauh dengan suamiku, dia didampingi dengan seorang wanita yang sangat anggun, meskipun parasnya tidak begitu cantik. Suamiku pun bangkit berdiri dan memperkenalkan diriku kepada mereka
berdua. Rupanya lelaki itu bernama Surya dan istrinya Helen. Mereka pun duduk berdampingan bersebrangan dengan suamiku. Tidak lama kemudian, suamiku dan Surya terlibat pembicaraan yang seru soal bisnis mereka. Sementara aku pun asik sendiri dengan Helen berbincang dan bergosip. Namun kurasakan sesekali Surya sering mencuri pandang padaku. Maklum saja malam itu aku mengenakan baju berbelahan dada yang renda berwarna hitam yang tentunya sangat kontras dengan kulitku yang putih
dan rambutku yang berwarna coklat kemerahan.Dalam hati kecilku sebenarnya aku juga diam-diam mengagumi Surya. Badannya tinggi dan kekar serta penampilannya mempesona seolah memiliki kharisma tersendiri, ditambah lagi wajahnya yang tegas
namun menunjukkan kesabaran serta sorot matanya yang tajam. Berbeda sekali dengan suamiku. Diam-diam ternyata aku juga sering memperhatikan Surya. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 21:00, Surya dan Helen pun pamit kepada kami karena
mereka sudah berjanji akan pergi bersama saudara Helen yang kebetulan berulang tahun. Setelah membereskan pembayaran, aku dan suamiku pun pulang ke rumah.Besoknya, seperti yang sudah di janjikan, aku pergi bersama suamiku ke pernikahan Lina.
Benar-benar suatu pesta yang sangat meriah. Tamu yang diundang begitu banyak dan semua ornamen di dalam gedung serta keseluruhannya benar benar tertata dengan indahnya. Setelah hidangan utama keluar, aku permisi kepada suamiku hendak ke toilet.
Ternyata Toilet di lantai atas dimana pesta berlangsung sangat penuh. Aku pun berinisiatif untuk turun ke lantai bawah sekalian hendak ke counter kue dengan maksud hendak membelikan kue untuk anakku.Ketika menunggu lift, aku tersentak ada
seorang lelaki menyapaku. Ternyata Surya, teman suamiku yang bertemu semalam. Dia mengatakan dia mau turun juga sebab dia merasa mobilnya belum di kunci begitu katanya. Kami pun bersama memasuki lift. Aku jadi serba salah karena lift itu
kosong dan tinggal kami berdua saja. Apalagi ketika Surya mendekatiku dan mengatakan kalau penampilanku sangat cantik malam ini.Malam itu aku mengenakan terusan berwarna merah menyala dengan bagian punggung terbuka, dan bagian depan hanya
di ikatkan ke leherku. Jantungku berdegup makin kencang. Tidak munafik aku pun semalaman terbayang terus akan Surya. Suasana jadi hening di dalam lift. Surya mendekatiku dia mengatakan bahwa sejak kemarin dia pun selalu teringat akan diriku,
bahkan ketika malamnya dia bercinta dengan istrinya pun dia membayangkan sedang bercinta denganku. Aku pun tersentak sekaligus senang aku hanya tersenyum saja.Tiba-tiba tangan Surya menarik tanganku. Dia mendekati wajahku dan mencium pipiku
dengan lembut. Aku tidak kuasa untuk menolaknya. Lalu tiba-tiba Surya berjalan ke tombol lift dan dia memencet tombol lift hingga lift-nya pun berhenti. Aku menjadi serba salah, dalam hati aku sangat takut, tetapi aku juga diam-diam sangat menginginkan semuanya terjadi. Lalu Surya mendekatiku lagi, dia mencium bibirku dengan lembut. Nafasku semakin tidak teratur, aku pun tidak kuasa menolaknya. Kami pun melakukan french kiss dengan hebatnya. Tangan Surya perlahan meraih belakang
leherku dan menarik tali pengikat bajuku, rupanya dia berusaha membuka pakaian pestaku yang dirasakannya menghalangi pemandangan indah yang sudah dinanti-nantikannya. Aku pun tersentak, tetapi dia membungkam mulutku lagi dengan ciuman-ciumannya,
aku hanya bisa mengikuti permainan ini sambil mendesah menghayati kenikmatannya.Perlahan ciuman Surya turun ke leherku Sambil tangannya sudah megusap dan meremas-remas buah dadaku.”Uhhh…” desahku karena begitu nikmat usapannya, begitu lembut
namun kuat.Kemudian tanpa kusadari Surya telah menghisap buah dadaku yang sebelah kiri sambil tangan kanannya meremas-remas pelan ke buah dadaku yang sebelah kanan. Dihisapnya dan dijilatinya putingku yang sudah mengeras. Dipermainkannya
putingku dengan lidahnya yang nakal.”Uuuhhh…” aku tidak tahan rasanya.Kuremas-remas rambut Surya, “Uuuhhh… Suurrr…” aku tidak tahan, “Uuuhhh…”Lalu Surya menarik tanganku ke arah ikat pinggangnya. Langsung kutarik ikat pinggangnya
dan kulepaskan pengail dan resletingnya. Surya pun melorotkan celananya, lalu dia menyibakkan rokku hingga pahaku yang putih dan mulus terlihat dengan jelas. Sekilas kulihat batang kemaluan Surya telah berdiri dengan tegaknya.Surya menatapku
dalam-dalam, kemudian menciumku dari bibirku kemudian turun ke buah dadaku.Dan tiba-tiba, “Blesss… aaaccchhh…”Lubang kemaluanku terasa hangat, “Uuuhhhh… Surrr… nakal kamu…”Surya hanya tersenyum saja. Dia lalu menggoyangkan batang
kemaluannya keluar masuk keluar masuk, makin lama semakin cepat.”Uuuhhh Surrr… nikmatt sekalii… uuuhhh…” aku merintih merasakan nikmat yang tidak terkira.Goyangan yang dilakukan Surya makin lama semakin cepat… makin cepat… tubuhku
tidak kuasa menerima hujaman batang kemaluannya yang begitu dahsyat. Kurasakan sangat penuh di dalam lubangku. “Aacchhh… Surrrr… aku tak tahan lagi… uuhhh…” desahku kepadanya karena merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.”Tahan sayang… kita keluar sama-sama…” katanya mencoba mengatur tempo permainan kami.Surya pun menggoyangkan pinggulnya semakin cepat. Surya melakukan gerakan keluar masuk berulang-ulang sambil sesekali pinggulnya diputar-putar
untuk menambahkan kenikmatan bersenggama.”Aacchhh… nikmat sekali…” desahku kepadanya yang kali ini diikuti dengan tercapainya orgasmeku.Goyangan pinggulnya yang mendesakku hingga terhimpit dipojokan lift semakin menggebu-gebu dengan gerakan
keluar masuk yang semakin lama semakin cepat. Iramanya pun semakin tidak beraturan karena kami melakukan dengan posisi berdiri dan aku bersandar pada pojokan dinding lift.”Aaacchhh…” tubuhku menegang, kepalaku tetarik ke belakang dan,
“Crooottt… crooottt… crooottt…” kurasakan air mani Surya menyemprot ke dalam rahimku.Tubuhnya menegang sambil merapat ke tubuhku, nafasnya terengah-engah menikmati permainan yang baru saja kami lalui dengan wktu dan tempo yang cepat.
“Uuuhhh…” desahku terkahir kali menghayati permainan seks kami.Surya menciumi bibirku kembali, kami melakukan french kiss sejenak, kemudian dengan cepat membereskan pakaian kami kembali yang berantakan karena terburu-buru melepaskannya tadi.
Setelah saling membetulkan pakaian, Surya pun menekan tombol lift kembali dan kami meluncur langsung naik ke atas, kali ini kembali ke tempat pesta berlangsung. Rupanya Surya memang tidak bermaksud turun, dia segera berlari ke lift ketika
dia melihatku berjalan keluar ruangan. Setelah saling menukar nomer telpon, kami pun berpisah. Sambil masuk ke ruangan, Surya mengerlingkan mata nakalnya kepadaku, aku hanya membalasnya dengan senyuman saja. Ketika aku kembali ke tempat
duduk, suamiku bertanya kenapa aku lama. Aku bilang saja bertemu dengan teman lama dan sempat mengobrol dengannya sejenak.Dan tidak lama kemudian, acara pun diakhiri dengan foto bersama pengantin. Setelah memberi selamat kepada Lina,
aku dan suamiku pun pulang ke rumah. Malamnya, aku banyak tersenyum-senyum sendiri karena masih mengingat kejadian yang begitu indah dan menggairahkan bersama dengan Surya di lift tadi.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.